Puisi (PADA SULITMU, AKU BERHARAP)

PADA SULITMU, AKU BERHARAP

Sulit kujelaskan jika kau sudah sumbat telingamu,

Sulit kuberi kasih saying jika pintu hatimu tak pernah terbuka,

Sulit kumerengkuhmu jika setiap kau melihatku memalingkan muka

Jangan pinta orang lain memahamimu,

Jika kau sendiri tak memberi peluang dan mau membuka diri

Hatimu terlalu beku untuk kuhangatkan,

Pandanganmu terlalu kaku untuk kuluruskan,

Kau terlalu angkuh kudekati

Maka aku hanya memandangmu dari kejauhan,

Jangan sampai kau tercebur ke sumur yang kau gali sendiri

Akan kupilih kata,

Menjadi rangkaian bunga doa…

Berharap musim dingin hatimu segera berlalu

Berganti musim semi dengan segala keindahan bunga akan menghiasi taman hatimu…

Hingga pada saat musim panas tiba,

Kau menjadi mentari yang mampu memberi cahaya dan kehangatan buat sekitarmu

Dunia tak selebar yang kau rasa,

Namun tak sesempit yang kau pikirkan

Telah kuulurkan tangan,

Tinggal menunggumu menggenggamnya

Aku tak akan berlalu darimu,

Sampai kau mengangguk kepala tak ragu

Karena pada setiap persoalan

Kita memiliki seribu cara dan jalan untuk menaklukkannya

Kau dan aku adalah sahabat yang dipertalikan oleh kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: