Etika Profesi Akuntan

etika profesi akuntan perpajakan

 

Sebelum membahas mengenai etika profesi dan kode etik akuntan,ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan etika itu sendiri. Kata etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.Dalam perannya sebagai mahluk social, manusia membutuhkan suatu cara baik dalam bergaul, bertutur kata, maupun dalam segala hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Karena itu, manusia membutuhkan etika dalam setiap perjalanan kehidupan sosialnya. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Etika merupakan refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok itu sendiri.

Perpajakan di negara kita akhir-akhir ini menjadi sorotan dan perbincangan karena terdapat kasus yang berkaitan dengan pajak. Dirjen Pajak sebagai organisasi yang dinamis dan yang mempunyai tugas pokok serta fungsi mengamankan penerimaan negara dalam APBN, telah mendayagunakan sumber kekuatan dalam mengelola pajak. Walaupun tidak mudah, telah dilakukan berbagai perubahan ke arah pembaharuan dan modernisasi di tengah tuntutan perubahan, serta harmonisasi dengan berbagai kebijakan di berbagai sektor dalam mendukung pembangunan nasional

Dalam kaitannya dengan etika akuntan pajak, AICPA mengeluarkan Statemet on Responsibilities in Tax Practice (SRTP). Adapun isinya adalah sebagai berikut:

  • SRTP (Revisi 1988) No.1: Posisi Pengembalian Pajak
  • SRTP (Revisi 1988) No.2: Jawaban Pertanyaan atas Pengembalian
  • SRTP (Revisi 1988) No.3: Aspek prosedur tertentu dalam menyiapkan Pengembalian
  • SRTP (Revisi 1988) No.4: Penggunaan Estimasi
  • SRTP (Revisi 1988) No.5: Keberangkatan dari suatu posisi yang sebelumnya disampaikan di dalam suatu kelanjutan administrative atau keputusan pengadilan
  • SRTP (Revisi 1988) No.6: Pengetahuan Kesalahan: Persiapan Kembalian
  • SRTP (Revisi 1988) No.7: Pengetahuan Kesalahan: Cara kerja administrasi
  • SRTP (Revisi 1988) No.8: Format dan isi nasihat pada klien

http://tugasakuntansi.wordpress.com/2011/07/19/etika-dalam-praktek-perpajakan/#more-175

 

Etiika Profesi Pendidikan akuntansi di Indonesia dalam kegiatan konvergensi IFRS

Tulisan ini menjelaskan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan akuntansi di Indonesia dalam menghadapi konvergensi IFRS. Secara spesifik, tulisan ini juga mengajak para dosen akuntansi untuk mulai merubah proses pengajaran akuntansi keuangan menjadi principle-based sesuai dengan IFRS. Pada bagian akhir tulisan ini, penulis memberikan beberapa alternatif solusi bagi pendidikan tinggi Akuntansi agar tidak tertinggal di dalam perubahan. Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi

Etika Profesi Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah profesi akuntan yang memberikan jasa berupa pelayanan pendidikan akuntansi kepada masyarakat melalui lembaga – lembaga pelayanan yang ada, yang berguna untuk melahirkan akuntan-akuntan yang terampil dan peofesional. Profesi akuntansi pendidik sangat di butuhkan bagi kemajuan profesi akuntansi itu sendiri, karena di tagan mereka para calon-calon akuntan dididik.

Akuntan pendidik harus dapat melkukan transfer knowladge kepada mahasiswanya, memiliki tinggkat yang tinggi dan menguasi pengetahuan bisnis dan akuntansi, tekhnologi informasi dan mampu mengembangkan pengetahuanya melalui pendidikan. Akuntan Pendidik,  bertugas dalam pendidikan akuntansi yaitu mengajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di bidang akuntansi. Ada beberapa hal dalam menjalankan Etika profesi ankuntan pendidik dalam kegiatan IFRS yaitu:

 

1. Ajarkan Principle Based dan Bukan Rule Based

Standar Akuntansi IFRS memiliki pendekatan berbasis prinsip (principle based). Sehingga standar-standar Akuntansi IFRS mengatur prinsip-prinisp utamanya. IFRS misalnya tidak memiliki standar-standar yang spesifik untuk industri. Kalaupun ada standar mengenai kontrak asuransi ( IFRS 4 Insurance Contract), standar tersebut tidak mengatur entitas asuransi tapi mengatur entitas apapun yang memiliki kontrak asuransi.

Mahasiswa Akuntansi harus memiliki fondasi yang kuat mengenai teori-teori Akuntansi, juga prinsip-prinsip Akuntansi. Mahasiswa Akuntansi harus memahami bahwa Akuntansi bukan hanya bookkeeping. Seorang akuntan di masa depan harus memiliki professional judgement yang kuat. Dengan semakin majunya sistem teknologi informasi, proses bookkeeping juga semakin diambil oleh oleh komputer sehingga tantangan profesi akuntan di masa depan akan bergeser pula bukan lagi sebagai “tukang catat” transaksi perusahaan.

 

2. Ajari Mahasiswa Membuat Pengungkapan

Salah satu perbedaan besar antara IFRS dan PSAK kita adalah tingkat pengungkapan yang diminta IFRS sangat ekstensif. Namun sayangnya pada pendidikan akuntansi kita, biasanya mahasiswa diuji hanya sampai membuat laporan keuangan atau membuat jurnal. Jarang sekali cara membuat pengungkapan diajarkan atau ditanyakan dalam ujian suatu mata kuliah. Tak heran ketika mahasiswa lulus dan bekerja menjadi pembuat laporan keuangan (preparer), para akuntan kita tidak cakap dalam membuat pengungkapan laporan keuangan. Bukan rahasia lagi bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak yang menggantungkan diri kepada kantor akuntan publik atau konsultan dalam membuat catatan atas laporan keuangan (CALK).

 

http://ersatriwahyuni.blogspot.com/2010/07/konvergensi-ifrs-dan-implikasinya.html

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: